Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Wakil Rektor 1 USU Bersama Lima Dosen Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap

Redaksi Sumutpos.co • Sabtu, 25 Januari 2025 | 13:10 WIB
ARAHAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin, saat menyampaikan arahan pada acara Pengukuhan Guru Besar Tetap di Gelanggang Mahasiswa USU, Jumat (24/1). (Dokumen Humas USU)
ARAHAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin, saat menyampaikan arahan pada acara Pengukuhan Guru Besar Tetap di Gelanggang Mahasiswa USU, Jumat (24/1). (Dokumen Humas USU)

MEDAN, SUMUTPOS - Wakil Rektor 1 Universitas Sumatera Utara (USU) Edy Ikhsan, bersama lima dosen USU lainnya, dikukuhkan pada acara Pengukuhan Guru Besar Tetap di Gelanggang Mahasiswa USU, Jumat (24/1) lalu.

Selain Prof Edy Ikhsan dari Fakultas Hukum, mereka yang resmi dikukuhkan, yakni Prof Kerista Tarigan dari Fakultas MIPA, Prof Charloq Rosa Nababan dari Fakultas Pertanian, Prof Reni Asmara Ariga dari Fakultas Keperawatan, Prof Khairunnisa dari Fakultas Farmasi, dan Prof Romi Fadillah Rahmat dari Fakultas Ilkom-Ti.

Rektor USU, Prof Muryanto Amin menuturkan, selama periode 2024 hingga 2025 sudah terdapat total 52 guru besar tetap yang dikukuhkan. Hal ini menjadi capaian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan universitas. Selain itu, para guru besar harus mempertahankan mutu dalam bidang yang ditekuninya.

“Begitu juga mempertahankan dan meningkatkan kinerja tugas tri dharma perguruan tinggi, tidak kalah pentingnya ketika meraih jabatan tertinggi ini bagi seorang guru besar,” ungkap Muryanto.

Muryanto pun menuturkan, guru besar harus beradaptasi dengan perkembangan yang sangat signifikan ini di era globalisasi. Penelitian yang akan dilakukan ke depannya juga harus sesuai dengan perkembangan dan dinamika global.

“Meskipun tugas tri dharma perguruan tinggi sudah dilakukan, harus menyesuaikan dengan adanya perubahan,” imbaunya.

Prof Edy Ikhsan, guru besar tetap, sekaligus Wakil Rektor 1 USU, mengatakan, guru besar sangat berperan dalam memajukan universitas, baik dari segi akademik maupun kontribusi terhadap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan entitas guru besar yang cukup banyak, untuk memberikan kontribusinya bagi dunia pendidikan dan peradaban,” jelasnya.

Diketahui, Edy melakukan riset yang berkaitan dengan Tanah Adat Suku Melayu yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Dalam penelitian tersebut, ditemukan, terdapat persoalan serupa terkait kurangnya perhatian negara dalam memberikan perlindungan terhadap keberadaan tanah adat mereka.

“Riset saya sudah saya mulai sejak 22 tahun yang lalu, terkait dengan hilangnya tanah-tanah orang Melayu di Sumut,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Prof Charloq Rosa Nababan, diketahui melakukan riset untuk mengelola karbon dari limbah tanaman diubah menjadi biochar. Hal ini berfungsi sebagai pembenah tanah, menyuburkan tanah-tanah petani dan perkebunan.

“Biochar ini dihasilkan dari limbah-limbah tanaman, yang dimanfaatkan untuk ekosistem tanah dan kesuburan tanah,” pungkasnya. (rel/saz)

Editor : Redaksi
#usu #dosen #guru besar