Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Syahrani Devi Sukses Bangun Bisnis Kelor, Berawal dari Melawan Penyakit hingga Tembus Ekspor

Redaksi • Selasa, 3 Maret 2026 | 07:15 WIB

Owner PT Keloria Moringa Jaya, Syahrani Devi, S.P., M.I.Kom.
Owner PT Keloria Moringa Jaya, Syahrani Devi, S.P., M.I.Kom.

MEDAN - Perjalanan hidup membawa Syahrani Devi, S.P., M.I.Kom pada titik balik yang tak pernah ia bayangkan. Perempuan yang tinggal dan merintis usaha di kawasan Medan Johor, Kota Medan ini kini dikenal sebagai Owner PT Keloria Moringa Jaya, perusahaan olahan daun kelor yang lahir dari pengalaman pribadinya melawan penyakit.

Usaha tersebut mulai dirintis sejak akhir 2018 dan resmi terdaftar di Dinas UMKM Kota Medan pada 2019. Namun, jauh sebelum menjadi pelaku usaha herbal, Syahrani harus melewati fase berat dalam hidupnya.

Ia mengungkapkan pernah mengalami komplikasi penyakit akibat kecelakaan. Pada usia 40 tahun, kondisinya sempat memburuk hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia mengalami depresi, kejang, bahkan sempat berada dalam fase amnesia.

“Ide usaha ini bermula dari pengalaman pribadi saya yang beberapa tahun mengalami gangguan kesehatan imbas kecelakaan,” ujar Syahrani saat diwawancarai, Sabtu (7/2/2025).

Meski telah mendapatkan perawatan medis, perubahan signifikan belum ia rasakan. Dalam kondisi tersebut, sang kakak yang berprofesi sebagai dokter menyarankan untuk mencoba pengobatan herbal, salah satunya daun kelor.

Awalnya, Syahrani mengonsumsi kelor dalam bentuk jus dan lalapan. Namun karena merasa jenuh, ia mulai membaca berbagai referensi dan jurnal mengenai manfaat daun kelor yang dapat dikeringkan serta diolah dalam bentuk yang lebih praktis.

Dari situlah ia mencoba mengeringkan daun kelor dan mengolahnya menjadi kapsul untuk konsumsi pribadi.

“Awalnya saya buat hanya untuk diri sendiri. Saya keringkan lalu dijadikan kapsul,” katanya.

Perubahan perlahan mulai dirasakan. Tubuhnya terasa lebih segar, frekuensi kejang berkurang, dan dalam waktu sekitar enam bulan kondisinya membaik. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.

Kabar mengenai perubahan kesehatannya pun menyebar di kalangan teman-temannya. Pesanan mulai berdatangan. Dari situlah lahir brand Keloria, yang dimaknai sebagai harapan agar siapa pun yang mengonsumsi olahan kelor dapat kembali ceria setelah melewati masa sulit.

Melihat potensi besar tanaman kelor yang tumbuh di sekitar masyarakat namun belum dimanfaatkan secara maksimal, Syahrani bertekad mengembangkan usaha tersebut secara serius.

Kini, PT Keloria Moringa Jaya menghadirkan beragam produk untuk berbagai segmen usia. Untuk orang dewasa dan penderita kondisi kesehatan tertentu tersedia kapsul dan tablet. Untuk anak-anak dikembangkan cookies dan cokelat kelor agar lebih mudah dikonsumsi.
Sementara bagi kalangan muda, tersedia teh celup daun kelor sebagai alternatif minuman sehat.

Perkuat Edukasi dan Tembus Pasar Ekspor

Tak hanya fokus pada produksi, PT Keloria Moringa Jaya juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai manfaat dan potensi daun kelor sebagai komoditas herbal bernilai tinggi. Generasi muda menjadi salah satu sasaran utama edukasi karena dinilai lebih terbuka terhadap informasi baru.

Manajemen Keloria menegaskan bahwa kelor bukan sekadar tanaman tradisional, melainkan produk herbal modern yang telah dikenal di berbagai negara.

Salah satu pencapaian penting perusahaan adalah keberhasilan menembus pasar ekspor. Selama tiga tahun pertama, produk Keloria secara konsisten dikirim ke Australia dan dipasarkan melalui rumah herbal di negara tersebut. Sistem produksi dilakukan berdasarkan pesanan (by order), menyesuaikan kebutuhan mitra luar negeri.

Dari sisi bahan baku, Keloria telah menjalin kerja sama dengan sejumlah petani yang memiliki lahan memadai untuk menjaga kualitas dan ketersediaan daun kelor. Dukungan lahan dari pihak kampus juga membantu memastikan kesinambungan pasokan.

Meski telah menembus pasar internasional, tantangan terbesar justru masih datang dari dalam negeri, yakni pola pikir masyarakat yang belum sepenuhnya memahami manfaat daun kelor secara ilmiah dan komprehensif.

Karena itu, edukasi terus digencarkan agar kelor tidak lagi dipandang sebagai tanaman biasa, melainkan sebagai sumber nutrisi dan herbal bernilai tinggi.

Keloria juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mempelajari pengembangan produk kelor dengan datang langsung ke perusahaan.

Pemesanan produk dapat dilakukan melalui website resmi maupun berbagai platform marketplace.

"Dengan penguatan edukasi, stabilitas bahan baku, serta pengalaman ekspor, Keloria optimistis produk kelor Indonesia semakin dikenal luas, baik di pasar domestik maupun global," pungkas Syahrani Devi. (tri)

Editor : Redaksi
#kelor #ekspor