SUMUT POS- Seksi akomodasi PPIH Daerah Kerja Makkah angkat bicara soal keluhan jamaah haji Indonesia mengenai fasilitas mencuci di hotel.
Beberapa hari belakangan, Sebagian jamaah haji Indonesia mengeluh kesulitan untuk menjemur pakaian lantaran dilarang menjemur di atap hotel.
Kepala Seksi Akomodasi PPIH Daker Makkah Suryo Panilih menjelaskan, pada prinsipnya pihak hotel berkomitmen memberikan layanan sesuai dengan yang tertuang di kontrak.
Baca Juga: Arab Saudi dan Kuwait Cabut Pembatasan Akses untuk AS di Wilayah Udaranya
Di antaranya, menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh jamaah haji, dan khusus di Makkah harus ada mesin cuci untuk jamaah haji.
Dia mengakui, beberapa hari belakangan pihaknya mendapati sejumlah hotel melarang jamaah haji mencuci dan menjemur pakaian di atap.
“Karena menurut Info dari otoritas Saudi, dapat membahayakan jamaah dan melanggar aturan yang ada di Saudi,” terangnya Jumat (8/5) malam Waktu Arab Saudi.
Saat pihak syarikah melakukan sidak ke hotel jamaah, mereka juga mengimbau agar jamaah haji tidak menjemur pakaian di atap hotel.
Suryo memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan syarikah dan pihak hotel untuk mencarikan lokasi alternatif bagi jamaah haji mencuci dan menjemur pakaian.
Bagi hotel yang punya tempat khusus untuk menjemur, maka aktivitas cuci-jemur pakaian akan dipindahkan ke ruangan tersebut.
Sementara, bagi hotel yang belum punya alternatif ruang jemur, pihaknya akan mencarikan tempat yang sesuai. Seperti lantai service yang biasanya ditandai dengan huruf S atau R di lift. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe