TEBNGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Tebing Tinggi mengambil langkah strategis menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok dengan menggelar Pasar Pengendalian Harga (PPH).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) mulai Senin (13/10/2025) hingga Jumat (17/10/2025) di Tanah Lapang Merdeka, Jalan Sutomo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota.
Kepala Disdagkop UKM Tebing Tinggi, Marimbun Marpaung, secara resmi membuka kegiatan tersebut pada pukul 08.00 WIB. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pasar pengendalian harga ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga pangan menjelang akhir tahun.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau tanpa mengganggu keseimbangan pasokan di pasaran,” ujar Marpaung.
Harga Murah, Antusiasme Tinggi
Pasar Pengendalian Harga yang digelar selama lima hari ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemko Tebing Tinggi dan sejumlah mitra strategis, seperti Perum BULOG Cabang Medan, Bank Indonesia, Badan Pangan Nasional, serta Toko Pantau Pengendali Inflasi.
Beragam bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya:
Beras SHPH: Rp58.000 per 5 kg (maksimal dua karung per pembeli dengan menunjukkan KTP)
Minyak goreng: Rp15.500 per liter
Gula pasir: Rp16.000 per kilogram
Selain itu, bahan dapur seperti telur ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih juga dijual lebih murah dibanding harga pasar. Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi kegiatan. Antrean panjang di sejumlah stan menandakan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program ini.
Petugas dari Dinas Perdagangan dan instansi terkait turut berjaga di lapangan untuk memastikan pelaksanaan pasar berjalan tertib dan tidak terjadi penimbunan. Hingga sore hari, situasi di lokasi terpantau kondusif.
Upaya Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga
Selain menjaga daya beli masyarakat, kegiatan PPH juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan laju inflasi daerah. Melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog, pemerintah berupaya menstabilkan harga pangan strategis yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi, terutama menjelang perayaan akhir tahun.
“Pasar Pengendalian Harga ini bukan hanya program jangka pendek, tapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan daerah yang berkeadilan,” tambah Marpaung.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi berharap kegiatan semacam ini bisa digelar secara berkelanjutan, khususnya menjelang hari besar keagamaan atau periode rawan inflasi.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir bukan hanya untuk mengawasi harga, tetapi juga memberi solusi langsung,” tutup Marpaung.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan