Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ekonomi Batubara Tembus Rp51,38 Triliun, Masuk 6 Besar Kawasan Pantai Timur Sumut

Johan Panjaitan • Senin, 4 Mei 2026 | 21:30 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara  Laila Syafrita Siregar. SST, MM saat  diwawancarai Sumutpos, Senin (4/5/2026) diruang kerjanya. (.Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara Laila Syafrita Siregar. SST, MM saat diwawancarai Sumutpos, Senin (4/5/2026) diruang kerjanya. (.Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Kinerja ekonomi Kabupaten Batubara menunjukkan capaian signifikan sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp51,38 triliun, menempatkan daerah ini di posisi keenam dari 12 kabupaten/kota di kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara.

Kepala BPS Batubara, Laila Syafrita Siregar, mengungkapkan bahwa secara regional, Batubara berada di bawah Kota Medan, Deli Serdang, Langkat, Asahan, dan di atas sejumlah daerah lain seperti Labuhanbatu Selatan dan Serdang Bedagai.

“Batubara termasuk enam besar penyumbang PDRB di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara,” ujar Laila saat ditemui, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Cekcok Sepele Berujung Parang, Pria di Tebing Tinggi Dibacok Rekan Kerja

Meski demikian, laju pertumbuhan ekonomi Batubara pada 2025 tercatat melambat. Secara year-on-year (C-to-C), pertumbuhan hanya mencapai 3,39 persen, turun dibandingkan 2024 yang sebesar 4,12 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,52 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan sebesar 6,71 persen, dan real estate sebesar 6,25 persen.

Sebaliknya, sektor konstruksi mengalami kontraksi sebesar 1,18 persen, diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang turun 0,96 persen.

Struktur ekonomi Batubara masih didominasi tiga sektor utama. Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 44,79 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 22,93 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 18,16 persen.

“Ketiga sektor ini menyumbang sekitar 85,89 persen dari total perekonomian Batubara,” jelas Laila.

Baca Juga: PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Berkurban

Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi juga tercermin dalam beberapa komponen. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 4,70 persen. Namun, konsumsi lembaga non-profit melambat menjadi 2,50 persen, konsumsi pemerintah hanya tumbuh 0,15 persen, dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) justru mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 9,25 persen.

Secara struktur, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan porsi 40,11 persen terhadap total PDRB. Diikuti oleh net ekspor barang dan jasa sebesar 37,37 persen serta investasi (PMTB) sebesar 17,44 persen.

Meski pertumbuhan melambat, fondasi ekonomi Batubara dinilai masih cukup kuat dengan dominasi sektor riil dan konsumsi domestik yang tetap terjaga.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pdrb #pantai timur #Melambat #bps