Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tanggul Sungai Padang Jebol, Ratusan Rumah di Tebing Tinggi Terendam Banjir

Johan Panjaitan • Senin, 11 Mei 2026 | 20:15 WIB
BANJIR:  Kondisi air Sungai Padang yang meluap dan merendam rumah warga terdampak banjir di Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi, (11/05/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)
BANJIR: Kondisi air Sungai Padang yang meluap dan merendam rumah warga terdampak banjir di Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi, (11/05/2026). (Azan Purba / Sumut Pos)

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Padang sejak Minggu malam memicu bencana banjir di Kota Tebing Tinggi, Senin (11/5/2026). Tanggul dan pintu klep di bantaran Sungai Padang, tepatnya di Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, dilaporkan jebol hingga menyebabkan air meluap deras ke permukiman warga.

Luapan air merendam ratusan rumah di sejumlah kelurahan. Ketinggian air terus meningkat sejak dini hari dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh di beberapa titik.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bandar Sakti, Bandar Utama, Badak Bejuang, Tebing Tinggi Lama, Sri Padang, Tanjung Marulak Hilir hingga Karya Jaya. Selain rumah warga, genangan juga menutup akses jalan dan merendam sejumlah fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.

Kelurahan Bandar Utama menjadi kawasan yang mengalami dampak paling parah. Jebolnya tanggul dan rusaknya pintu klep membuat arus air Sungai Padang masuk tanpa hambatan ke kawasan padat penduduk di Lingkungan I dan Lingkungan III.

Baca Juga: Miris! Honor Atlet PPI Sumut Hanya Rp1,9 Juta

Kepala Lingkungan III, Tengku M. Riswan, menyebut sedikitnya 150 rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai sekitar 450 jiwa. Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 05.00 WIB dan terus naik seiring derasnya aliran dari titik tanggul yang jebol.

“Air masuk sangat deras dari arah tanggul yang jebol. Sebelumnya tanggul itu juga pernah rusak dan jebol tahun lalu,” ujar Riswan saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kerusakan pintu klep drainase memperburuk situasi karena aliran air tidak lagi dapat dikendalikan. Dalam waktu singkat, permukiman warga berubah menjadi genangan luas.

Kondisi serupa juga terjadi di Lingkungan I Kelurahan Bandar Utama yang berada tepat di tepian Sungai Padang. Kawasan tersebut selama ini memang menjadi daerah langganan banjir setiap kali debit sungai meningkat akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Baca Juga: Arahan Ketua BAPANAS :  Perum Bulog Bone Salurkan Cadangan Pangan untuk 1.133 KK Terdampak Banjir

Banjir turut mengganggu aktivitas pelayanan publik dan perekonomian warga. Kawasan sekitar RS Sri Pamela, SD Negeri Inpres di Jalan Sudirman hingga Pasar Inpres dilaporkan ikut tergenang air.

Sementara itu, debit air Sungai Bahilang yang melintasi pusat Kota Tebing Tinggi masih terpantau normal. Kondisi itu membuat banjir hanya terkonsentrasi di kawasan sepanjang aliran Sungai Padang.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat dan perbaikan permanen terhadap tanggul yang jebol agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.(mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#terendam #jebol #tanggul #Sungai Padang #banjir