MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan dan penanganan banjir di Kelurahan Sei Agul saat menggelar Reses Ke IV Masa Sidang 2025, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Karya Mesjid Ujung, Kecamatan Medan Barat itu menjadi ajang bagi Antonius untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga, khususnya terkait persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
“Reses ini bukan sekadar formalitas. Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga Sei Agul, karena wilayah ini adalah basis dukungan terbesar saya,” tegas Antonius di hadapan ratusan warga.
Ia mengungkapkan, keterikatannya dengan Sei Agul bukan hanya secara politik, tetapi juga emosional. Nama ayahnya, Benseng Tumanggor, disebutnya telah lama dikenal masyarakat setempat, sehingga membuat wilayah tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Dalam forum tersebut, Antonius juga menyinggung banjir besar yang terjadi pada 27 November lalu. Ia menyebut, bencana itu tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga dirinya secara pribadi, dengan ketinggian air di rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter.
“Banjir ini mengajarkan kita tentang solidaritas. Pemerintah, masyarakat, dan kami sebagai wakil rakyat sama-sama terdampak dan harus saling menguatkan,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Antonius mengungkapkan bahwa pihaknya bersama masyarakat dan pemerintah setempat mendirikan dapur umum selama lima hari di kawasan Super Restorasi untuk membantu warga terdampak banjir.
“Puji Tuhan, dapur umum berjalan baik. Terima kasih kepada Camat Medan Barat, Dinas Sosial, dan semua pihak yang telah bergotong royong membantu warga,” ucapnya.
Selain menerima keluhan, Antonius mencatat 16 usulan program prioritas dari warga yang akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran di DPRD Kota Medan.
Sementara itu, Plh Camat Medan Barat, Maswan Harahap, menyatakan kesiapan pihak kecamatan untuk mendukung aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses tersebut.
“Kami siap mendukung, baik melalui pemerintah kecamatan maupun melalui Pak Dewan. Bang Antonius sosok yang rendah hati dan aktif memberi masukan positif bagi kami,” ujar Maswan.
Ia juga menilai Antonius memiliki kepedulian sosial tinggi, terutama saat bencana banjir melanda Medan Barat. Menurutnya, Antonius membuka tempat penampungan umum yang menampung sekitar 200 warga terdampak.
Maswan mengakui keterbatasan pemerintah kecamatan dalam menjangkau seluruh warga saat bencana, sehingga dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD, sangat membantu.
“Kecamatan Medan Barat terdiri dari enam kelurahan, dan banjir terparah terjadi di lima kelurahan, termasuk Sei Agul. Tinggi air saat itu bahkan mencapai setinggi badan orang dewasa,” jelasnya.
Melalui reses tersebut, diharapkan seluruh aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret, sehingga penanganan banjir dan pembangunan di Medan Barat ke depan dapat berjalan lebih terarah, cepat, dan tepat sasaran.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan