Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

MBG Prasmanan di Sergai, Saat Gizi, Edukasi, dan Antusiasme Bertemu di Meja Makan

Johan Panjaitan • Rabu, 8 April 2026 | 22:25 WIB
Petugas SPPG Firdaus I melayani siswa SDN 107967 Pelintahan saat pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Rabu (8/4).( Fadly/ Sumut Pos)
Petugas SPPG Firdaus I melayani siswa SDN 107967 Pelintahan saat pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Rabu (8/4).( Fadly/ Sumut Pos)

 

SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.jawapos.com- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menunjukkan daya dorongnya. Kali ini, melalui konsep prasmanan yang diterapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Firdaus I di SDN 107967 Pelintahan, Kecamatan Tanjung Beringin, ribuan siswa menikmati pengalaman makan yang bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga membangun kebiasaan sehat.

Sebanyak 2.660 penerima manfaat dilayani dalam kegiatan yang digelar Rabu (8/4/2026) itu. Hasilnya terlihat jelas: antusiasme tinggi, piring-piring yang kembali terisi, dan senyum puas anak-anak yang untuk pertama kalinya merasakan kebebasan memilih menu bergizi secara prasmanan.

Menu yang disajikan pun dirancang menggugah selera sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi—mulai dari ayam goreng tepung sambal merah, tahu goreng, tumis pakcoy jagung saus tiram, hingga buah semangka dan kurma. Kombinasi ini tak hanya menarik secara rasa, tetapi juga seimbang secara gizi.

Baca Juga: Halal Bihalal dan Tepung Tawar Calhaj UMN Al-Washliyah: Bersama Dalam Ukhuwah, Konsisten Dalam Keunggulan

“Enak sekali, bisa nambah juga,” ujar Ilham, siswa kelas VI, yang mengaku mengambil porsi lebih dari satu kali.

Kepala SPPG Firdaus I, Bima Azri Wisuda, menjelaskan bahwa konsep prasmanan merupakan inovasi untuk meningkatkan selera makan sekaligus keterlibatan siswa dalam program MBG.

“Hari ini khusus di SDN 107967 kita terapkan sistem prasmanan, dan hasilnya anak-anak terlihat jauh lebih antusias,” ujarnya.

Lebih dari sekadar distribusi makanan, pendekatan ini juga membangun pengalaman sosial. Interaksi antara siswa, guru, dan pihak sekolah menjadi lebih cair dalam suasana makan bersama, memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Kepala sekolah, Eltika Manurung, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai MBG tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga menciptakan suasana positif di sekolah.

“Semua siswa sangat antusias, bahkan kami para guru ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih 12 PROPER Hijau, Perkuat Aksi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Sebelum kegiatan dimulai, edukasi kesehatan turut menjadi bagian penting. Ahli gizi Safira memberikan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan serta menjelaskan kandungan gizi dalam menu yang disajikan. Langkah ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program konsumsi, melainkan juga investasi perilaku hidup sehat sejak dini.

Di balik keberhasilan ini, tersirat pesan yang lebih besar: ketika pendekatan tepat diterapkan—menggabungkan gizi, edukasi, dan pengalaman—program publik tidak hanya berjalan, tetapi juga diterima dengan penuh kesadaran.(fad/han)

Editor : Johan Panjaitan
#prasmanan #hidup sehat #mbah mijan #SPPG #edukasi